Follow by Email

Selasa, 24 Juli 2012

DOLAN

Monday, June 25, 2012 at 3:22pm / copast from Facebook's Note 

Rencana ini sudah dibuat sejak beberapa minggu yang lalu, tapi realisasinya baru kesampean hari minggu kemaren. Bersepeda di hari minggu pagi yang cerah bersama dua rekan Pajang 02. Bersepeda seakan sedang menjadi trending di lingkungan sekitar. Betapa banyak sekali orang2 setiap hari mengumtmkan bahwa dirinya sedang nggowes. Seakan akan tidak nggowes itu tidak keren. Oke, kita kembali ke topik awal. Saya mau cerita tentang jalan – jalan saya di hari minggu kemarin.
Start jam 6 pagi. Destinasi awalnya adalah pantai Boom yang terkenal hingga ke manca negara (Lebaytun). Pantai Boom bisa dikatakan sebagai salah satu ikon destinasi jalan – jalan keluarga di minggu pagi. Pantai yang tidak terlalu bersih ini memang terletak tak jauh dari pusat pemerintahan kabupaten Banyuwangi. Dan, sebagai ikon destinasi jalan – jalan keluarga bahagia di hari minggu pagi yang cerah, tentu Anda semua bisa menebak ada apa di pantai Boom di hari minggu pagi. Yap. Tepat sekali. Penjual beraneka ragam makanan, sandal, poster, baju, bahkan yang unik, kami bertemu dengan penjual bawang. Nampaknya penjual bawang ini jeli membaca naluri belanja para ibu yang berkesempatan menghabiskan minggu paginya di pantai Boom.
ini pantai BOOM, siluetnya itu adalah pulau Bali
Bekal nasi kuning yang dibeli di depan Pemda kami santap disini. Hemm, teriknya matahari jam setengah tujuh pagi lumayan menambah selera makan kami.  Setelah sebungkus nasi dan es krim paddle pop rasa buah (kami beli eskrim karena kasihan bapak tukang eskrim yang dagangannya gak terlalu laku, alasan!!), perjalanan dilanjut menuju pulau Santan.  Sebelumnya, sempat mampir ke abang penjual mpek2 aci, dan tukang ban untuk tambah angin.
Di pulau Santan, waw, surprise juga menemukan perkampungan nelayan tradisional yang letaknya tak lebih dari 2 KM dari pusat pemerintahan Kabupaten Banyuwangi. Perkampungan Pulau Santan berada di pantai yang terpisah oleh laguna, yang dihubungkan oleh jembatan kayu.
gradasi awannya keren sangad
Bisa dikatakan perkampungan ini adalah perkampungan tradisional, meski disini sudah teraliri listrik. Masyarakatnya sebagian besar mencari nafkah dengan mengoperasikan jaring tarik secara berkelompok antara 5 – 7 orang.
mengumpulkan hasil tangkapan
Ada sekitar 100 rumah di kampung ini.  Tidak ada bangunan sekolah. Kayuhan sepeda membawa kami terus menyusur hingga ke selatan perkampungan. Sayang, rencana menyeberang laguna untuk sampai ke Kelurahan Sobo terhalang oleh ombak yang lumayan besar. Jadi terpaksa kami balik kucing keluar lewat perkampungan lagi (bushet, medannya sih datar, tapi tanah yang berpasir cukup untuk membuat kaki nyut2an).
Keluar dari Pulau Santan, kayuhan sepeda berlanjut menyisir bagian timur wilayah Kecamatan Kota. 
Terus ke selatan hingga melewati Kuil / Klentheng Tri Dharma di Karangrejo (baru tau kalo ada klentheng besar disitu). Teruuuuuuuussss ke selatan hingga ke daerah tambak – tambak (biyuuuuh, adoheeee, iki sopo seh seng golek rute). Beberapa kali berhenti, akhirnya sampai jugan ke Perumahan Sobo, destinasi #3. Sampai disini, kami istirahat cukup lama sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan pulang ke kosan.

Rasanya? Jangan ditanya. Gemporrr. Karena belum pernah bersepeda jarak jauh, jadi mungkin otot2 jejeritan protes. Tapi apa yang di dapat hari itu lebih dari sekedar memuaskan. Eksplore tempat baru, kultur baru, pengetahuan baru. Bukankah itu makna dari jalan – jalan??


6 komentar:

  1. singgah menyimak artikel "mantera sukma"

    salam sehat

    BalasHapus
  2. SERU bangetttttt....jd ingt dulu wktu kuliah srg jln2 naik sepeda ^_^

    kl sengang mampir ke sini mbk http://akizeyek.blogspot.com/

    BalasHapus
  3. Hayooo..ta tantang tour de Ijen by cycle yo? Tapi aku pinjam sepedanya sapa yaa...hiks:(

    BalasHapus
  4. heumm, adem nih singgah ke desa cilembu...

    mbak Zwa.,, yup yup, makasih yo udah mampir...

    Mbak R... hohoho... siapin sepedanya dulu lah,...

    BalasHapus
  5. ^^ artikelnya bagus, nice post sis...

    BalasHapus
  6. tengkiu udah mampir... langsung kunjung balik deh... :)

    BalasHapus

Author

authorBanyuwangi the Sunrise of Java, Indonesia jalan - jalan, berbagi ilmu, berbagi pengalaman, karena dengan menulis kita belajar.
Learn More ?



Pengikut